Minggu, 14 Maret 2010

Dialog Dua Hati

Aku Menunggumu

Isi Hati Sang Ikhwah

Wahai zaujahku,
Aku mengerti di mana kamu,
Kamu sedang letih berjuang,
Kamu sedang lelah berdakwah,
Malah kau juga aku yakin sedang memelihara dirimu dari menjadi bahan fitnah.

Aku tidak tahu siapa kamu,
Tapi telah aku simpankan sebahagian hati ini padamu,
Kerna itu, aku tidak pernah memandang wanita lain,
Pandanganku ku tundukkan, bual bicara mesra dengan wanita ku elakkan,
Kerna semua itu hanya layak untukmu.

Yang ada di sisiku Ayat-Ayat Cinta Allah iaitu Al-quran.
Yang ada di sisiku kitab-kitab ilmu yang menjadi pencerahan dalam kehidupan kita nanti.

Zaujahku,
Persiapkan dirimu dengan ketabahan hati,
Kerna jalan yang akan kita lalui ini sangat berat,
Maka tabahkanlah hatimu untuk menjadi sayap kiriku,
Isilah mana-mana kekurangan dalam diriku,
Dan engkau jualah yang aku harapkan menjadi pembakar semangatku tika mana aku lemah.

Zaujahku, aku belum pernah memandang fizikalmu,
Kerana nikmat memandangmu hanya aku inginkan setelah kita diijab kabulkan,
Dan pandanganku terhadapmu bukanlah pandangan nafsu,
Sebaliknya dengan pandangan dakwah,
Kerna kau adalah sayap kiri perjuanganku dan pencetak generasi mujahidin.

Kerana itu,
Kita seharusnya bersedia zaujahku,
Perkahwinan kita adalah marhalah dakwah.

******
Dari Sang Akhwat

Wahai zaujku,
Aku mengerti kau sedang menungguku,
Aku mengerti kau merinduiku,
Namun segalanya kau tundukkan kerna kau tidak mengenal siapa aku.

Aku tau kau sedang berjuang,
Kau sedang lelah berdakwah,
Ke sana sini dengan pelbagai program dakwah,
Sehingga kadang kala kau merasa lemah.

Namun sabarlah,
Aku sedang menunggumu,
Aku juga sedang letih seperti kamu,
Kerana setianya padaku,
Aku menolak untuk terlibat dengan mana-mana aktiviti yang mengundang maksiat hati,
Aku menolak bicara dan pelawaan mana-mana yang bukan mahramku,
Kerana perasaanku telah aku simpankan untukmu,
Walaupun aku tidak tahu siapakah kamu.

Zaujku,
Persiapkanlah dirimu dengan ilmu,
Kerna, aku mendambakan seorang zauj yang mampu mendidikku dan anak-anak kita nanti, Bukan paras rupa semata-mata.

Didiklah aku agar sentiasa tegar dalam mujahadahmu.

“Ya Allah, kami saling merindui, namun kami tidak pernah mengenal antara satu sama lain, oleh kerana Kau telah menutup pandangan kami dengan hijab yang sangat tebal. Namun, kami yakin Engkau menghijab kami agar kami sentiasa melengkapkan diri dengan segala bekal yang diperlukan. Kami memohon agar hijab di antara kami segera terbuka bila mana kami benar-benar bersedia. Pernikahan kami adalah marhalah dakwah dan kasih sayang antara kami hanyalah satu..Menuju redhaMu“

Jumat, 12 Maret 2010

Vinsa Zanuar Saputra: puisi hatiku

Vinsa Zanuar Saputra: puisi hatiku
Arti Cinta !

Cinta, 5 huruf yang sederhana. Namun tak sesederhana makna dan artinya bagi semua umat manusia. Berjuta – juta makna bagi pemuja dan pengagum sang cinta. Disisi yang lain cinta dapat berarti sebuah perangkap, pepecahan, perselisihan dan saling mengadu domab yang pada akhir pada kehancuran alam semesta. Cinta memang buta. Buta karena cint asama dengan terhina. Karena cinta yang kita miliki saat ini adalah sebuah cinta yang salah pengertiannya. Jika kita artikan cinta dengan nafsu bukan dengan iman dan taqwa kepada Allah swt. Cinta bersumber dari Yang Maha Kuasa yaitu Allah swt. Subhanallah.
Cint adalah hikmah, kasih sayang, ibadah, anugrah, dan hadiah yang dikaruniakan dan diberikan seutuhnya kepada kita sebagai hambanya yang mengerti akan sebuah keimanan dan ketaqwaan.
Bila kita sudah mengerti arti sebuah cinta yang sebenar – benar cinta dari-Nya maka kita akan tau dari sinilah kita berasal. Dari zat yang Maha Kuasa. Dari hasil cinta kasih kedua orang tua kita yang suci yakni kita saat ini.
Cinta yang dilandaskan pada sebuah keimanan dan ketaqwaan takkan berakhir pada kehinaan dan nestapa, serta kehancuran alam semesta. Karena sang cinta akan membawa pemilik cinta suci ini kepada sebuah keadaan yang mulia. Yang dapat dibandingkan dengan apa pun didunia yang fana penuh fatamorgana ini.
Cinta yang diberikan oleh Allah swt sangatlah cinta yag mulia. Kita di bawanya untuk selalu meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan kita pada-Nya. Sebab semua bernilai ibadah jika cinta bermuara pada sebuah pernikahan yang sah dimata-Nya.
Sungguh sangat beruntungkah sang pemilik cinta seperti ini.
Cinta seperti apakah yang ada dalam diri kita ?

curahan hatiku

Yang disukai P.Z :
• Makanan pedas
• Film dan lagu – lagu asia
• Suka teriak – teriak
• Curhat jika ada masalah yang tak kuat ia tanggung sendiri
• Coklat
• Bakso atau pangsit
• Suka cowok cool dan cuek, serta belak – belakan
• Suka online

EMOSI
Muntah.
Rasa yang ingin kukeluarkan.
Semua pedas, asam ,asin, pahit, dalam hatiku.
Trus merajam raga.
Terpiaskan.
Semua terpancarkan. Lepas.
Hilang dari raga.
Embun sejuk tlah hilang.
Eluh.
Hanya mengeluh.
Itu yang kuberikan.
Pada hutan, ladang, dan pelimbahan hati.
Hanya jenaka tampak dariku.
Pecundang.
Itulah aku.